
|
|
 |
 |
 |
|
September 10, 2001
Hari pertamaku di kantor Jakarta ... ternyata banyak bedanya yach. Ketika di Bandung setelah makan siang kami selalu merasa kenyang, tapi pas di Jakarta, setelah makan siang kami selalu kepanasan, duhhhh :(
nophie © 12:49
August 28, 2001
Banyak pula yang ingin kutuang setiap saatnya dalam kata-kata selama seminggu ini. Berawal dari kenekatan kami berempat - Aku, Mbak Vera, Mas Wayan dan Bang Iyes - untuk kabur dari kantor dan pergi ke Ciamis. Beberapa lokasi wisata kami kunjungi, namun satu hal yang membuatku teramat sangat kagum, yakni ketika kami sampai di GREEN CANYON (Cijulang Tanah) - Ciamis, tempat yang selama ini hanya sempat kuimpikan dan baru sebatas wacana (kubaca di Intisari halaman Lang-lang). Profil sungai begitu indah, hasil kikisan (erosi) memberi bentuk pada bebatuan di sungai itu, pun deposisi (pengendapan) di hilir ssungai. Rupanya Mas Iip yang mengantarkan kami menuju hulu sungai dengan perahunya itu cukup meyakinkan kami untuk melanjutkan perjalanan dengan berenang dan memanjat tebing batu. Keindahannya telah memaksaku untuk nekat pergi, meski aku tak bisa berenang sekalipun, hanya berbekal sebuah ban aku nekat ikutan pergi. Kudengar sungai ini begitu dalam lebih dari 6 meter katanya. Kami berenang melawan arus. Yang kutau disana ada taman bunga dan gua yang penuh stalaktit dan stalagmit disana, sayang kami tiba di Green Canyon sudah pukul 12 siang, tak mungkin melakukan perjalanan terlalu jauh. Kami hanya sempat melihat Mushroom Rock, batu besar menyerupai jamur yang bergantung di dinding tebing dimana Bang Iyes dan Mas Wayan sempat terjun ke sungai dari atas batu itu, sayang lompatannya tidak begitu bagus untuk menjadikan mereka atlet lompat indah. Sempat pula kami mengunjungi Kolam Putri yang berada diatas aliran sungai, yang untuk mencapainya kami harus memanjat dinding batu. Konon kolam itu tempat para bidadari mandi, konon pula berkhasiat membuat mereka yang sempat mandi disitu terlihat awet muda...ahh aku serasa baru berumur 17 tahun saja setelah mandi di sana :). Sempat terekam oleh mataku banyak stalaktit menggantung di atap tebing. Sepertinya di bagian atas sana terdapat batu kapur yang kemudian diresapi oleh air hujan yang banyak mengandung asam arang. Batu kapur yang larut dalam bentuk larutan air kapur itu meresap ke dinding-dinding tebing dan jatuh ke sungai. Ditempat tetesan itu lepas dari atap tebing yang menjorok menyerupai atap, terbentuklah endapan kapur, dan proses kimiawi yang berlangsung ratusan tahun itu telah membentuk stalaktit yang begitu indah. Sempat pula aku bersyukur, pun aku teramat kagum oleh ciptaannya, terlebih denganNya. Kami merasa sangat beruntung karena Mas Iip yang mengantarkan kami, bukan yang lain, kami telah memilih perahu yang tepat. Karena kulihat disana rupanya para pengantar hanya mengantarkan sampai ke mulut sungai yang dipenuhi bebatuan itu dan hanya menunggui penumpang perahunya beberapa saat lantas mengantarkannya kembali ke pangkalan. Tak terasa 3 jam sudah perjalanan kami. We were so excited.
nophie © 12:44
August 25, 2001
Internet di kantor tewas sudah, bagaimana tidak komputer telah dipindahkan ke Jakarta. Kemaren aku terpaku melihat komputer2 itu dipak ke dalam kardus. Aku sendiri hampir menangis ketika tiba giliran komputerku hendak dipak. Seorang bapak-bapak teman kantorku rupanya sempat melihat raut wajahku. "Kenapa Mbak koq sedih ?" "Iya nih Pak, masak gak ada waktu buat saya perpisahan dengan komputer ini ?" "Ya udah komputernya Mbak Novi dipindah belakangan aja." Sedikit lega karena aku punya waktu beberapa minggu untuk menggunakan komputer ini...tapi tetep aja sedih :( Suasana jadi sentimentil.
nophie © 18:33
Secara definitif aku sudah dimutasikan di Direktorat Dana Luar Negeri. Data-data hutang negara segera akan kutangani. Apakah aku harus antipati terhadap hutang, terlebih hutang negara yang menjadi salah satu penyebab defisit anggaran karena cicilannya yang melambung tinggi ? Yach, Kiyosaki menyatakan hutang itu hanya memperkaya sisi liabilitas kondisi keuangan kita, hutang hanya menimbulkan beban, terikat dengan hutang berarti kita bekerja untuk bank dan pemberi pinjaman, itu pendapatnya. Ah, itu kan hanya untuk ekonomi mikro, kupikir ekonomi makro tak bisa diperlakukan sama, indikatornyapun sudah berbeda. Bayangkan kalau semua orang akhirnya tidak mau berhutang pada bank, perusahaan-perusahaan tak lagi mau mengeluarkan surat obligasi karena menganggapkan sebagai beban masa depan, bagaimana pendapatan bank dan bagaimana sumber pembiayaan perusahaan yang bermodal kecil yang ingin mengembangkan usaha? Dunia ini memang selalu butuh keseimbangan-keseimbangan.
nophie © 18:11
August 6, 2001
Van aku ikut berduka cita, aku tau betapa sakitnya, aku juga pernah merasakan, semoga semuanya tak membuatmu terus larut dalam duka.
nophie © 16:38
Beberapa hari lalu aku terlibat pembicaraan yang lumayan santai dengan teman kantorku. Bermula dari buku "Dunia Sophie" hingga Nietzsche, pendapat kami cukup sama, bahwa filsafat bagusnya di barengi dengan theologi. Lalu yang cukup mengagetkanku dia bercerita tenang keinginannya untuk melanjutkan kuliah di Sekolah Filsafat di Jakarta. Sedikit kaget dan kagum juga (dia melakukan apa yang benar-benar dia sukai, aku belum tentu seberani dia). Berawal dari cerita si Nietzche yang sempat menjadi gila, secara tak sengaja kutanyakan mengapa dia ingin mengambil kuliah filsafat, kenapa tidak ekonomi (conforming to our background) atau management, tenyata benar pula jawabannya ,"Aku ingin melakukan apa yang kusuka". Lantas gak sengaja pula terlontar kata-kata ini, "Emang dengan mengambil kuliah filsafat kowe mo jadi apa ?" "Mo jadi gila !" katanya sinis sambil ngeloyor pergi.
nophie © 11:37
July 31, 2001
Sebelum Mbak Vera bercerita padaku dua minggu lalu, aku masih sering berjalan sendiri di sebuah lorong kecil sebelah Pusdai - Bandung pada malam hari, lorong itu memang kecil pun gelap.Jalan itu adalah satu-satunya jalan terdekat menuju ke kost tanpa aku harus memutari jalan Diponegoro terlebih dahulu. Jam 20.00 bahkan 21.00 aku terbiasa berjalan sendiri, dan aku tidak takut (pada waktu itu). Beberapa minggu yang lalu Mbak Vera cerita konon lorong itu sedikit angker dan menyeramkan di malam hari. Hampir selama dua minggu itu aku memilih jalan memutar untuk menghindarinya, ya... cerita itu mempengaruhiku dan berhasil membawaku dalam ketakutan yang kubuat sendiri. Hingga akhirnya kemarin malam aku beranikan diri melewatinya, aku berhasil melawan ketakutanku sendiri. Beberapa baris Anthony De Mello memberiku kekuatan untuk melawannya. Bahwa musuh terbesar kita adalah "TAKUT" "Dan takut itu datang dari mana ?" "Khayalan." "Dan khayalan itu apa?" "mengira bahwa bunga-bunga di sekitarmu ular-ular berbisa....buka matamu dan lihatlah." "Lihat apa?" "Bahwa tidak ada ular sama sekali." Tak terjadi apa-apa kemarin, dan memang tidak akan terjadi apa-apa.
nophie © 09:01
July 23, 2001
Hey euphoria melanda pasar uang hari ini. Hebat ! Bu Mega naik, nilai rupiah juga naik. Politik memang menjadi faktor eksternal paling kuat. Dengar-dengar bursa sahampun demikian, lantas apakah posisi ini bakal bertahan bila pendukung Pak Dur (terutama dari Jawa Timur) berbondong-bondong pergi ke Jakarta ? Btw, Jumat nantipun aku yang wong Jawa Timur hendak merambah Jakarta, tapi bukan untuk memberi dukungan kepada siapapun.
nophie © 18:07
Bu Mega resmi dilantik beberapa menit lalu. Rakyat Indonesia bisa memilih satu diantara dua presiden, Bu Mega atau presiden non aktiv ... Pak Dur :).
nophie © 17:22
Konon hari ini adalah Hari Anak Nasional, anak mudah menyerap dari apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Kudengar kemaren ada dua bom meledak di Jakarta, satu lagi meledak hari ini di daerah Menteng, lantas pertikaian-pertikaian separatis pun politik tak kunjung usai, tak sadarkah kalau semua itu meciptakan trauma buat mereka,tak adakah contoh yang lebih baik yang bisa kita berikan untuk mereka? Atmosfer yang tak lagi kondusif untuk mereka berkembang dengan baik, bersyukurlah aku, aku tumbuh dalam damai dan cinta, selalu kuharapkan hal serupa berlaku pada mereka.
nophie © 17:13
| Catatan Harian
| Arsip Catatan Harian
| Catatan Harian Lama
|
|
|
 |
 |
 |
|